Sejarah

Sejarah

Program pemerintah untuk memajukan pendidikan, salah satunya di wilayah Kalimantan Timur dalam dekade ini, antara lain telah diawali dengan melakukan konversi 2 (dua) PTS (perguruan tinggi swasta) menjadi PTN (perguruan tinggi negeri) yaitu Universitas Borneo di Tarakan dan Politeknik Balikpapan di Balikpapan. Gagasan Gubernur Kalimantan Timur, Dr. H. Awang Faroek Ishak, sejak awal tahun 2009 yang menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama, yang dituangkan melalui Program Kalimantan Timur Cemerlang (Cerdas, Merata, dan Prestasi Gemilang), semakin mendorong berdirinya Institut Seni dan Budaya Indonesia di Tenggarong, ibarat gayung bersambut dengan program Mendikbud dan Dirjen Pendidikan Tinggi.

Adapun pendirian Perguruan Tinggi Negeri Institut Seni dan Budaya (ISBI) Kalimantan Timur, sebelumnya telah mendapat persetujuan Prof. Dr. Ir. Mohammad Nuh,DEA yang menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Periode 2009-2014, yakni ingin membangun PTN besar di luar Pulau Jawa. Kalimantan Timur dianggap paling berpotensi menjadi daerah pembangunan PTN karena Angka Partisipasi Kasar (APK) di Kalimantan Timur mencapai 84 persen dan peringkat 4 (empat) nasional. Selain itu, Kalimantan Timur juga merupakan daerah yang berbatasan dengan negara lain, seperti Malaysia, Brunei Darussalam, dan Filipina sehingga para calon mahasiswa daerah untuk selanjutkan studi di PTN sendiri sangat tinggi. Diharapkan ke depannya tidak hanya calon mahasiswa dalam negeri saja, akan tetapi calon mahasiswa dari negara tetangga dapat menuntut ilmu khususnya bidang ilmu seni dan budaya di Kalimantan Timur.

Institut Seni Budaya Indonesia Kalimantan Timur merupakan perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, berkedudukan di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kertanegara, Provinsi Kalimantan Timur. Institut Seni Budaya Indonesia Kalimantan Timur ditetapkan berdasarkan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2025, pada tanggal 6 Mei 2025.